KITA INI HAMBA ALLAH ATAU HAMBA SURGA?
![]() |
| Kyai Jazuli Syafa Diapit Ketua Tanfidz dan Sekertaris MWCNU Kecamatan Larangan (KH. Athoillah Shofwan Dan KH. Nawawi) Dalam Pengajian Al Hikam Setiap Ahad Pahing |
KITA INI HAMBA ALLAH ATAU HAMBA SURGA?
Di Dalam Kitab Al Hikam Karya As Syaikh Ibnu Atha`illah As Sakandari Disebutkan di Awal Pembahasan, Beliau menyebutkan Dengan Kalimat yang indah Penuh hikmah
من علامة الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل
“Di antara tanda sikap mengandalkan amal ialah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika ada kesalahan. ”
Hikmah di atas mengajarkan kepada kita bahwa segala amal yang kita lakukan tidak menjamin kita akan masuk ke syurganya Allah, melainkan semuanya-termasuk syurganya Allah- tergantung kepada Ridho, Rahmat, Kemurahan, dan Karunia Allah kepada kita.
Hal tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:
لن يدخل احدكم الجنة عمله، قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا إلا أن يتغمدني الله برحمته
Ketika itu Rasulullah bersabda kepada para Sahabat:
“Tidaklah seorang pun dari kalian yang masuk surga disebabkan amalnya,
Sahabat bertanya: ‘termasuk engkau wahai rasulullah? ‘
Rasululullah menjawab: ‘iya termasuk aku, melainkan atas rahmat dari Allah”
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa amal yang kita lakukan tidak bisa diumpamakan seperti uang atau barang tebusan untuk masuk surga. Oleh karena itu hendaklah kita bersikap dan memperbaharui niat kita dalam melakukan setiap amalan untuk mendapatkan ridho Allah, bukan mengharapkan pahala dari yang kita perbuat.
Hal ini memiliki benang merah ketika kita bergantung kepada amal kita, namun ternyata amal kita lebih sedikit dibandingan dosa kita, maka akan menghilangkan pengharapan kita kepada Allah.
Lebih jauh lagi, jika kita telah mengetahui status kita sebagai seorang hamba, maka kita telah mengetahui kewajiban kita yaitu menyembah Allah, tanpa berfikir apakah akan diperoleh pahala atau tidak. Kemudian ia memohon kepada Allah agar diberi Kebaikan dan Rahmat untuk masuk ke dalam surga-Nya, dan memohon perlindungan kepada-Nya dengan Kelembutan dan Kasih Sayang Allah dari siksa dan adzab neraka-Nya, dan ini merupakan sirah Rasululullah dalam setiap doanya.
Oleh karena itu perbaharuan niat dalam beribadah hanya kepada Allah, bukan untuk syurga, karena kita adalah hamba Allah bukan hamba syurga.
والله اعلم بالصواب

masya Alloh
BalasHapusSemoga Dakwah islam washatiyah an Nahdliyyah smakin berkembang. Amin
BalasHapusAmin
Hapus